• Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
Departemen Teknik Kimia
Selasa, 08 Mei 2018 09:23

Pusat Pendidikan Ilmu Teknik Kimia dengan Reputasi Internasional

Engineer teknik kimia merupakan kreator dari berbagai komponen kecil di kehidupan sehari-hari. Mulai dari pakaian, bahan bakar pupuk, hingga makanan yang dikonsumsi setiap hari. Secara umum, teknik kimia merupakan ilmu untuk merancang dan mengoperasikan suatu pabrik, peralatan dan proses untuk mengubah bahan baku mentah menjadi bahan baku yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Mahasiswa Teknik Kimia ITS dididik untuk dapat merencanakan dan merancang alat-alat proses, mengoperasikan, mengendalikan dan memelihara pabrik dan industri, mengkontruksi pendirian suatu pabrik, mengadakan penelitian dan pengembangan proses, dan merencanakan serta memanajemen penjualan dan pelayanan.

Departemen Teknik Kimia ITS didirikan tahun 1960 dan saat ini memiliki 48 staf pengajar berkualifikasi doktor dan master yang umumnya didapat dari univeritas ternama luar negeri dan dalam negeri. Mahasiswa teknik kimia dididik sedekat mungkin dengan dunia industri dan lapangan. Untuk itu, di ITS mahasiswa teknik kimia diajar dengan metode lab based education dan diwajibkan untuk melakukan kerja praktek di industri maupun institusi yang melibatkan disiplin ilmu teknik kimia. Untuk menunjang proses pembelajaran dan penelitian, Teknik Kimia ITS memiliki 16 laboratorium dengan fokus studi masing-masing, satu ruang baca dengan koleksi 6000 buku dan 18 jurnal internasional. Sejak tahun 1998, Teknik Kimia ITS telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT dan saat ini juga sudah tersertifikasi AUN QA, lembaga sertifikasi se-ASEAN.

Selain dibimbing agar berkompetensi dalam bidang keahlian masing-masing, mahasiswa departemen ini juga memiliki semangat berkarya yang besar serta dikenal sebagai pribadi yang bekerja keras dan  bertanggung jawab, seperti salah satu mahasiswa berprestasi Teknik Kimia ITS yang berhasil menjadi runner-up mewakili Student Petroleum Engineer Chapter ITS di India.

Saat ini, jaringan alumni Departemen Teknik Kimia ITS telah banyak berkontribusi dan menumbuhkan pengaruh baik dalam industri maupun pemerintahan. Misalnya Dwi Soetjipto yang sempat menjadi Presiden Direktur dan CEO PT Semen Indonesia serta sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina. Lulusan Teknik Kimia FTI – ITS bekerja sebagai process engineer di industri minyak dan gas (migas), manufaktur, jasa, tekstil, industri kimia. Lulusan Teknik Kimia juga memiliki prospek di bidang perbankan, konsultan teknik dan marketing. Lulusan Teknik Kimia ITS ada pula yang bekerja sebagai peneliti di berbagai lembaga penelitian dan dosen di perguruan tinggi negeri dan swasta.

 

Program Studi

Program Studi Sarjana (S1)

Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang lulus dari sistem seleksi penerimaan program dapat menempuh pendidikan tingkat Sarjana dengan beban studi sebesar 144 Kredit (SKS). Mata kuliah meliputi 14 kredit kuliah umum, 67 kredit kuliah dasar keteknikan, dan 63 kredit kuliah utama. Tugas akhir dan penelitian serta kerja praktek menjadi syarat kelulusan seorang peserta didik dari Program Sarjana.

Program Studi Magister (S2)

Program Magister memiliki masa studi selama 2 tahun. Pelajar Program Magister diwajibkan menempuh mata kuliah dan menghasilkan sebuah laporan penelitian (thesis) dengan total kredit sebesar 36 SKS. Program memberikan fokus kepada pengetahuan tentang Fenomena Transport, Reaksi dan Kinetika, Penukar Panas, Analisa Sistem Termal, Katalisa, serta Teknologi Pilihan. Seseorang dengan gelar Sarjana (S1) dapat mengikuti pendidikan tingkat Magister setelah lulus ujian penerimaan.

Program Studi Doktoral (S3)

Program Doktoral dirancang dengan beban studi total sebanyak 40 Kredit (SKS) tambahan setelah lulus program Magister. Beban studi umunya dapat diselesaikan selama 6 semester. Kegiatan riset diwujudkan dalam sebuah laporan resmi penelitian (disertasi), satu artikel ilmiah wajib internasional atau dua artikel ilmiah nasional merupakan syarat wajib sebelum seseorang dinyatakan berhak mengikuti ujian disertasi. Keberhasilan melampaui ujian disertasi menjadi syarat untuk mengikuti wisuda Program Doktoral.

Riset

Riset di Teknik Kimia merupakan salah satu yang paling produktif di ITS. Teknik kimia dilengkapi oleh Laboraturium Perpindahan Massa dan Panas, Lab. Teknologi Material, Lab. Teknik Reaksi Kimia, Lab. Proses Kimia, Lab. Pengolahan Limbah Industri, Lab. Biomassa dan Konversi Energi, Lab. Termodinamika Teknik Kimia, Lab. Teknologi Biokimia, Lab. Mekanika Fluida dan Pencampuran, Lab. Perancangan dan Pengendalian Proses, Lab Elektrokimia dan Korosi. Dalam proses belajar-mengajar Teknik Kimia dilengkapi Lab Kimia Analisa, Kimia Organik, Kimia Fisika, Mikrobologi, Teknik Kimia, Simulasi dan Komputasi. Hal ini karena mahasiswa Teknik Kimia telah dibiasakan untuk mengembangkan riset sejak dini.

Kolaborasi

Departemen Teknik Kimia memiliki kolaborasi dengan perusahaan baik BUMN maupun swasta. Dintaranya adalah BUMN seperti PT. Pembangkit Jawa-Bali, PT Pertamina (PERSERO) dan PT Petrokimia Gresik. Selain itu, ada juga kolaborasi dengan pemerintah seperti Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemprov Sulawesi Tenggara. Selain dengan perusahaan, kolaborasi dengan Universitas diantaranya NCTU Taiwan, Kumamoto University, The Hague University Belanda dan berbagai universitas lainnya.

 

Sekilas Info

Pilih Bahasa

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Kalender

September 2018
S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6