• Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
Berita Terkini
Menteri ESDM Apresiasi Smelter Buatan ITS
Thursday, 15 February 2018 04:17

 

 

 

 

 

 

 

 




Menteri ESDM Ignasius Jonan saat menyampaikan materi kuliah umum di ITS

 

Produk-produk teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menarik minat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan untuk hadir meninjau langsung. Kali ini kehadirannya untuk meninjau prototype Smelter dan mobil listrik Ezzy ITS, Jumat (9/2).

 

Dalam kunjungan ini, Jonan turut mengapresiasi keterlibatan ITS dalam pengembangan kedaulatan energi di Indonesia melalui inovasi kendaraan listrik yang telah dihasilkan. Bahkan dalam kunjungannya tersebut, mantan Menteri Perhubungan RI periode 2014 – 2016 ini menyempatkan diri menjajal keandalan mobil listrik ITS yang sebelumnya pernah dikendarai oleh Presiden Jokowi untuk berkeliling di halaman Rektorat ITS.

Sementara itu, dalam skala industri mineral, Jonan juga mengapresiasi produk prototype smelter yang dirancang oleh Departemen Teknik Material ITS. Namun, pada kesempatan ini, Jonan mewakilkan pada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) ESDM, FX Sutijastoto untuk meninjau langsung alat Smelter di Departemen Teknik Material ITS.

Smelter ini merupakan alat pemurni utama bahan tambang yang menempati industri hulu dalam pengolahan mineral logam. Karena itu, harga investasi alat smelter ini menjadi selangit. Hal inilah yang membuat kepemilikan smelter oleh Departemen Teknik Material ITS sangat diapresiasi oleh Jonan. “Saya tertarik untuk bekerja sama dengan ITS dalam mengembangkan teknologi smelter ini,” ungkap pria asal Surabaya ini di sela-sela kunjungan.

Kendati masih merupakan skala kecil, smelter milik Laboratorium Pengolahan Mineral dan Material (LPMM) Departemen Teknik Material ITS ini digadang-gadang akan turut berswadaya membantu penambang kelas menengah ke bawah.

“Seringkali perusahaan tambang skala kecil langsung menjual logam mentah tanpa mengolahnya,” ujar Dr Sungging Pintowantoro ST MT, Kepala LPMM. Hal itu sangat disayangkan karena bertentangan dengan UU Nomor 4 tahun 2009 mengenai Mineral dan Batu Bara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Menteri ESDM Ignasius Jonan menjajal mengendarai mobil listrik ITS

Dengan adanya pengembangan smelter ini, lanjut Sungging, berarti kemandirian dan kedaulatan energi negeri sudah di depan mata. Buktinya, smelter yang juga mendapat dana hibah Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI ini rencananya akan segera dikomersialkan untuk beberapa perusahaan tambang di Luwu Timur, Makassar.

Selain meninjau produk teknologi ITS, kehadiran Menteri Jonan ini juga untuk memberikan Kuliah Umum bertajuk Energi Berkeadilan di Ruang Sidang Utama Rektorat ITS. Dalam kuliah umumnya, Jonan juga menyinggung tentang pemerataan dan peningkatan rasio elektrifikasi. “Dari target 92,75 persen pada tahun 2017, terealisasi sebesar 95,35 persen,” tutur Jonan.

Hal itu terlaksana berkat kemajuan kontrak pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT). “Sebanyak 70 kontrak ditandatangani sepanjang tahun 2017 kemarin,” lanjut Jonan yang sebelumnya juga merupakan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Terkait hal tersebut, dalam kesempatan ini dilakukan juga penandatanganan pembaruan nota kesepahaman (MoU) antara ITS dengan Balitbang Kementerian ESDM. Beberapa pembaharuan ruang lingkup nota kesepahaman pada Maret 2014 tersebut adalah terkait peningkatan dan pengembangan sumber daya mineral, minyak dan gas bumi, serta energi laut.

“Selain itu disepakati juga mengenai pengolahan dan pemurnian mineral, serta pengembangan transportasi dengan kendaraan listrik,” ungkap Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD yang turut mendampingi Jonan. (saa)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama jajaran pimpinan ITS

 

sumber : https://www.its.ac.id/news/2018/02/12/menteri-esdm-apresiasi-smelter-buatan/

 
Suksesnya Konservasi Energi dimulai dari Kampus
Monday, 11 December 2017 10:58

Kesuksesan penerapan konservasi energi dapat diawali dengan memperkenalkan konsep serta prinsip konservasi energi kepada para mahasiswa.

Hal inilah yang mendorong Direktorat Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan “Konservasi Energi Goes to Campus”.

Dalam sambutan Direktur Konservasi Energi yang dibacakan oleh Kepala Sub Direktorat Bimbingan Teknis dan Kerjasama Konservasi Energi, Gita Lestari, disampaikan bahwa para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam terwujudnya konservasi energi.

“Melalui kegiatan Konservasi Energi Goes to Campus ini, kami berharap adik-adik dapat menerapkan konservasi energi baik dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia kerja kelak.” ujar Gita dalam pembukaan acara Konservasi Energi Goes to Campus di Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, Kamis, 23 November 2017.

Dekan Fakultas Teknik Industri ITS, Bambang Lelono Widjiantoro menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, ia juga mendorong para mahasiswa untuk menggunakan energi secara efisien dan produktif.

“Kegiatan ini penting. Anda sebagai agen pembaharuan, sebagai pahlawan energi, harus menggunakan energi secara bijkasana,”kata Bambang dalam sambutannya.

Para peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri mendapatkan serangkaian materi dari para ahli (expert) di bidang konservasi energi, mulai dari kebijakan pemerintah, prinsip dasar konservasi energi, penerapan ISO 50001 mengenai manajemen energi, profesi terkait konservasi energi, serta best practice dari industri yang telah berhasil menerapkan konservasi energi.

Kegiatan Konservasi Energi Goes to Campus di ITS merupakan kali ketiga, setelah dilaksanakan di Universitas Diponegoro dan Universitas Lampung. Tidak hanya sampai di ITS, Konservasi Energi Goes to Campus juga akan dilaksanakan di Universitas Brawijaya, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Gadjah Mada. (RWS)

 

sumber http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/11/23/1826/suksesnya.konservasi.energi.dimulai.dari.kampus

 
Program Lintas Jalur Pada Program Sarjana (Dari D-III ke Sarjana/S-1) Semester Gasal 2017/2018
Wednesday, 24 May 2017 04:09

Memberikan kesempatan kepada lulusan program Diploma Tiga (D-III) untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan sarjana (S1) dalam bidang keilmuan atau keteknikan tertentu.

Program Pendidikan

Program Lintas Jalur pada Program Sarjana (dari D-III ke S1) dibagi dalam 2 (dua) tahap pendidikan sebagai berikut :

  • Masa matrikulasi yang dijadwakan paling lama 3 (tiga) semester.
  • Tahap sarjana dengan beban studi 34 sks yang dijadwalkan paling lama 4 (empat) semester

Fakultas/Departemen yang Menerima Mahasiswa Baru

Fakultas

Departemen

Daya Tampung

FMIPA

Statistika *)

30

FTI

Teknik Kimia *)

20

Teknik Fisika *)

50

FTSP

Teknik Sipil *)

50

FTK

Teknik Sistem Perkapalan *)

50

FTE

Teknik Elektro *)

80

 

JUMLAH

280

Persyaratan

  • Mempunyai IP > 2,76 dan lama studi pada perguruan tinggi asal maksimal 7 (tujuh) semester.
  • Program studi D-III asal lulusan harus terakreditasi sekurang-kurangnya B.

 

[Selengkapnya...]
 
«StartPrev123456789NextEnd»

Info Update

Pilih Bahasa

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Event Calendar

April 2018
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5